mangaratua

“Tobing, Situmorang, Silaban dan Siahaan”

In Songgot Story on September 3, 2009 at 4:32 am

sore itu Songgot dan Lae Pasaribu duduk di lapo tuak yang belum buka

Songgot : ketimbang kita bengong disini bgaiamana klo kita tebak2an marga lae?

Lae Pasaribu : ide bagus lae, kau duluan

Songgot : kau tahu kepanjangan “Tobing”?

Lae Pasaribu : gak tahu aku.

Songgot : Tobing, “tontonan bikin bingung”, ini seperti sinetron2 di tv yang bikin bingung

Lae Pasaribu : klo Situmorang tahu kau lae.?

Songgot : nggak

Lae Pasaribu : “Situmorang”, “Situ monyet ato orang”..he..he..he… klo ini kita ibaratkan seperti Budi Handuk. Ini lagi Silaban?

Songgot : klo itu tahulah aku, “Silaban” “silap mata ilang barang”, ini orang2 usil yang ada di Parapat, karena disana banyak wisatawan kehilangan barang bawaan.

Lae Pasaribu : manatap kali lae, ha..haaa.ha

Songgot : terakhir “Siahaan” tahu kau lae?

Lae Pasaribu : kau jelaskanlah.!!

Songgot : “ Siahaan” “ santik, indah dan menawan”

Lae Pasaribu : lha kok bias??!!!

Songgot : kau lihat itu boru Siahaan lewat, nah (Songgot menunjuk seseorang)

Lae Pasaribu : ooeeeee…eeee..alaaamak.. santik kali lae..!!!

Songgot picisan

In Songgot Story on September 3, 2009 at 4:20 am

Songgot baru selesai membaca novel percintaan, sepertinya novel picisan tersebut sedang mempengaruhinya. Lae pasaribu sedang membaca buku kuliahnya dan tak ingin diganggu. Maka Songgot pun menggangu.

Songgot : lae, dengar dulu pertanyaanku ini!!

Lae Pasaribu : ya (jawabnya, tuk menghormatinya laenya.karena pertanyaannya sepertinya sulit dibendung)

Songgot : ibarat bunga, tahu kau lae seperti apa boru manurung disamping kost kita?

Lae Pasaribu : gak.

Songgot : ia itu ibarat pohon kamboja, bertubuh tinggi dan besar

Lae Pasaribu : oohh ya. (tetap membaca bukunya)

Songgot : klo boru simare-mare mandannya?

Lae Pasaribu : gak tahu. (tanpa melihat songgot)

Songgot : ia ibarat bunga mawar, memang cantik tapi dapat dipetik siapapun dan ada dimana-mana.

Lae Pasaribu : betul tuh.. ( coba menanggapi)

Songgot : klo itomu itu baru Pasaribu?

Lae Pasaribu : ibarat apa?. . (sambil membaca)

Songgot : ibaraaatnya. Bunga.. bangke

Lae Pasaribu : apa!!!bahay kau ini ale.. (sambil melatakkan bukunya dan melihatnya)

Songgot : he,ee,…he.. piss laae, tak kau dengan pula ceritaku!

Lae Pasaribu : ok, sekarang boru Siahaan yang tinggal sendiri di sebelahnya lagi, ibarat apa?

Songgot : Bunga Teratai, punya keindahan khas, warna yang berbeda dan menarik.

Lae Pasaribu : gak usah panjang2jadi dah berap kali kau ditolaknya?

Songgot : 3 kali, maksudk gini lae, kira2 bagaimana dengan itomu itu?

Lae Pasaribu : alllaaa..aa. gak usalah.. nanti belum apa-apa kau dah mundur seperti sebelumnya… (berdiri dan meninggalkan Songgot sendiri di ruangan tersebut)

Songgot : hehe..e.he.. piss lae..

Halus (inasi)

In Songgot Story on September 3, 2009 at 4:19 am

Songgot : tahu kau lae, kenapa air danau ini surut?

Lae Pasaribu : karena musim kemarau, dah lama gak turun hujan.

Songgot : Salah bukan itu

Lae Pasaribu : Jadi apa Lae?

Songgot : Karena namboru2 disinin sedang bersedih, gak ada lagi Boru Raja di kampong ini

Lae Pasaribu : kok bisa?

Songgot : karena itu gak dicucurkannya air dari gunungnya.

Lae Pasaribu : Gunung..!!? klo boru rajanya kenapa?

Songgot : dah jadi budak-budak di kampong orang, ada yang ke Malaysia ada yang ke batam.,

Lae Pasaribu : memangnya knapa klo mereka kerja disana lae?

Songgot : mana kutahu, khan namboru itu yang bilang

Lae Pasaribu : jadi namboru itu dimana sekarang?

Songgot : tadi disini, skarang mana tahu.

Lae Pasaribu : cuma kita duanya disini, jadi knapa kau bilang kayak gitu Songgot : lha khan Cuma bilang

Lae Pasaribu : jadi tujuannya apa?

Songgot : mana tahu aku

Lae Pasaribu : lha jadi bingung

Songgot : aku juga bingung masalahnya apa

Lae Pasaribu : daripada bingung2, kita minum aja tuak ini.