mangaratua

Archive for April, 2009|Monthly archive page

cpns 2009: POLISI SUMUT

In just my opinion on April 30, 2009 at 8:14 am

Penerimaan Taruna Akpol, PPSS dan Brigadir Polisi
—————————————————-

Polri membuka penerimaan Taruna Akpol 2009, Perwira Polri Sumber Sarjana (PPSS) dan Bintara Polisi melalui Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu)

, untuk ditempatkan di pulau-pulau terluar/berbatasan dengan negara lain.
Penerimaan Akpol, berdasar keputusan Kapolri No.Pol: Kep/41/XII/2008 tanggal 31 Desember 2008, Skep Kapolri No.Pol: Skep/174/IV tanggal 20 April 2009 dan Telegram Kapolri No.Pol:ST/338/IV/2009 tanggal 21 April 2009.

Pendaftaran dilakukan 4 Mei sampai 8 Juni 2009 pukul 08.00 WIB-15.00 WIB di Aula Kamtibmas Poldasu. Pelamar SMA sederajat jurusan IPA/IPS, umur maksimal saat pendidikan Taruna Akpol TA 2009, 21 tahun, telah berdomisili di wilayah Polda tempat pendaftaran minimal setahun dibuktikan dengan KTP, kartu keluarga atau rapor, calon lulusan SMA dari luar daerah, bisa mendaftar di daerah kelahiran dibuktikan akte kelahiran atau KTP, menyerahkan fotokopi ijazah SD, SMP dan SMA/sederajat dilegalisir pejabat berwenang, menyerahkan daftar nilai UN sesuai syarat ditetapkan Ketua Panitia Daerah (Panda) berdasar nilai rata-rata tertinggi di daerah masing-masing, lulusan SMA TA 2009 (masih kelas 3) menggunakan surat keterangan kepala sekolah dan menyerahkan surat tanda kelulusan serta ijazah ujian nasional.

Pelamar Sarjana

Bagi pelamar sarjana, lulusan S1/S2 dari perguruan tinggi yang terakreditasi A dan B, disiplin ilmu dari Ilmu Hukum, Antropologi Sosial, Hubungan Internasional, Komunikasi, Politik, Kriminologi dan sosiologi, fotokopi ijazah SD, SMP, SMA, perguruan tinggi yang telah dilegalisir, transkip nilai IPK 2,75 untuk S1 dan 3,0 untuk S2, usia maksimal saat pendaftaran untuk sarjana 28 tahun lulusan S1 dan 30 tahun untuk S2, sanggup tidak menikah selama pendidikan.

Pelamar dari Brigadir Polisi, telah berdinas minimal 1 tahun terhitung selesai magang, berijazah minimal SMA, menyerahkan Hasil Ujian Akhir Nasional (HUAN) sesuai syarat dari Ketua Panda, usia maksimal 24 tahun, calon yang memiliki ijazah sarjana berlaku ketentuan calon taruna sumber sarjana. Tinggi badan Brigadir Polisi, pria 163 cm wanita 160 cm, dari sarjana S1 dan S2, pria 160 cm dan wanita 155 cm, menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun, persetujuan orangtua/wali yang belum 21 tahun, tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain.

Lulus pemeriksaan sistim gugur meliputi materi seperti, pemeriksaan administrasi awal, kesehatan tahap I, pengujian psikologi, kesehatan tahap II, Penelusuran Mental Kepribadian (PMK), ujian jasmani, pemeriksaan administrasi akhir, pengamatan penampilan dan wawancara serta penentuan kelulusan.
Setelah calon lulus pengujian tingkat daerah, harus mengikuti pengujian tingkat pusat di Akpol Semarang meliputi materi pemeriksaan administrasi awal, kesehatan badan, psikologi, akademik, jasmani dan parade, dan ujian lain yang nyaris sama.

Saat melamar, calon taruna/taruni harus datang sendiri membawa surat permohonan ditulis tangan dengan huruf balok di atas kertas bermaterai, ijazah dan transkip nilai, KTP calon, KTP orangtua, akte kelahiran, kartu keluarga, fotodiri (hitam putih) 4×6 (4 lembar) dimasukkan dalam map kuning untuk pria dan map merah untuk wanita, dan memakai dasi, seluruh rangkaian tidak dipungut biaya.

PPSS

Untuk Penerimaan Perwira Polri Sumber Sarjana (PPSS) TA 2009 berdasar keputusan Kapolri No.Pol:Kep/41/XII/2008 tanggal 31 Desember 2008, keputusan Kapolri No. Pol: Skep/49/II/2009 tanggal 04 Februari 2009 dan Telegram Kapolri No.Pol:ST/338/IV/2009 tanggal 21 April 2009. Setiap calon bisa mendaftar 4 Mei sampai 6 Juni pukul 08.00 WIB-15.00 WIB di Aula Kamtibmas Poldasu.

Pelamar pria dan wanita belum pernah menjadi anggota Polri, berijazah S1/S2 program studi ilmu kesehatan (dokter umum dan dokter hewan), Mipa/Sain, Teknik, Transportasi, Fisip/Sospol, Pendidikan, Kelautan, Ekonomi, Komputer.

Calon lulusan PTN/PTS melampirkan ijazah dilegalisir Kopertis dengan akreditasi A atau B. Lulusan S1 Profesi, IPK minimal 2,50, S1 IPK minimal 2,75 dan D-IV IPK minimal 2,75.Sedang usia saat buka pendidikan PPSS 28 tahun bagi lulusan S1 dan 30 tahun untuk S2, tinggi badan pria 160 cm dan wanita 155 cm, sanggup tidak menikah selama pendidikan pembentukan, bersedia menjalani ikatan dinas pertama 10 tahun, tidak terikat instansi lain, mendapat persetujuan dari instansi lain jika sudah bekerja, mengikuti pemeriksaan/ujian sistim gugur meliputi tingkat panitia daerah seperti pemeriksaan administrasi dan kesehatan.

Di tingkat panitia pusat, wajib mengikuti pemeriksaan administrasi, ujian akademik, uji kompetensi wawancara dan praktek, pemeriksaan kesehatan, uji psikologi, jasmani dan ketetapan kelulusan tingkat pusat. Setiap peserta datang sendiri dan soal lamaran sama dengan calon taruna Akpol.

Brigadir Polisi

Sedangkan penerimaan Brigadir Polisi TA 2009 berdasar SK Kapolri No.Pol:Kep/41/XII/2008 tanggal 31 Desember 2008, SK Kapolri No. Pol: Skep/49/II/2009 tanggal 04 Februari 3009 dan SK Kapolri No.Pol: Skep/175/IV/2009 tanggal 20 April 2009, No.Pol:Skep/49/II/2009 tanggal 4 Februari 2009 serta Telegram Kapolir No.Pol:ST/390/IV/2009 tanggal 21 April 2009.

Khusus, Brigadir Polisi, pendaftaran mulai 27 April hingga 16 Mei pukul 08.00-15.00 WIB di Aula Kamtibmas Poldasu.

Pendidikan serendahnya SMA sederajat (tidak termasuk SMK busana/boga. kecantikan/perhotelan, guru TK/SMK yang dikelola departemen), menggunakan transkip nilai, lulusan SLTA 2009 (masih kelas III), menggunakan surat keterangan kepala sekolah, lulusan D-III/D-IV/SI sesuai kompetensi dari PT yang terakreditasi, D-III Keperawatan hanya untuk calon Brigadir Polisi Kesehatan Lapangan pada Satbrimob Polda, SMK Pelayaran/Perkapalan sebagai calon Brigadir Polisi Polair, Sarjana Hukum atau SMU sederajat yang punya kemampuan bahasa asing/komputer sebagai calon Brigadir Polisi Reskrim.

Usia pelamar dari SMA/sederajat maksimal 21 tahun, D-III (24 tahun) dan D-IV/S-1 (25 tahun), tinggi pria 163 cm dan wanita 160 cm, belum menikah dan beberapa syarat lain yang sejenis serta saat melamar melakukan hal yang sama dengan calon dari Taruna Akpol dan PPSS.

Batak Legend: Si Ulubalang Soba

In Batak Marsada on April 28, 2009 at 7:56 am

The story about a wife (Si Ulubalang Soba) returned a pride to her family (Situmorang Lumban Nahor) by sacrificing herself.

Pulau samosir di urat, Tuan Sipallat dengan istrinya boru Manurung hidup. Tuan Sipalllat bserdiam di banjar Suhut Ni Huta.

Suatu ketika pecah perang dengan marga sebelah. Tuan Sipallat mengajak keenam saudaranya untuk berperang, namun ditolak. Akhirnya Tuan Sipallat berangkat perang sendiri, ia kalah dan kepalanya ditanam jadi batu tangga rumah kepala suku pemenang. Tak lama setelah kekalahan tersebut seluruh marga Situmorang menanggung malu untuk kedua kali. Karena Si Boru Sangkar Sodahali (istri Tuan Sipallat) menikahi kepala suku yang memancung suaminya. Seluruh kepala desa berunding untuk menebus kehormatan mereka di waktu yang tepat dan menetapkan Si Boru Sangkar Sodahali sebagai aib yang harus dibunuh.

Si Boru Sangkar Sodahali sehari-hari bertenun dan membuat Ulos yang indah, suatu malam Si Boru Sangkar Sodahali mengundang suami keduanya untuk tidur di pangkuannya, menikmati rembulan dan elusan tangan istrinya. Sang kepala suku terlelap, istrinya berkata: “Sayang, sudah tidurkah kau. Begitu capek hingga tak sempat bercakap-cakap dengan aku!!”. Sambil mengusap rambut suaminya, Si Boru Sangkar Sodahali mengambilo sesuatu dari bawah tikar. Banjar sepi ia mengangkat pedang, secepat kilat memacung leher suaminya. Kepala terlepas, darah membasahi tikar dan lantai. Si Boru Sangkar Sodahali berdiri dan mengambil ulos ragi hidup dari peti pusaka. Ia turun kebawah menggali tengkorak suami pertamanya yang tertanam di batu landasan tangga rumah.

Sambil mengucap doa ia membungkus tengkorak itu dalam ulos. Si Boru Sangkar Sodahali kembali ke rumah dibungkusnya kepala suami keduanya dalam tikar. Si Boru Sangkar Sodahali melangkah keluar kampung dan memasuki banjar Suhut Ni Huta, ke tempat marga yang telah memberi kutuk kepadanya. Sesampainya di Suhut Ni Huta ia mengetuk gerbang benteng penjaga terbangun dan kaget: “ bagaimana kau sampai lancing berani memperlihatkan wajahmu di tempat ini, perempuan jahanam!!bukankah sudah cukup kau melacurkan dirimu!! Dan menimbulkan aib kepada kami!! Enyah kau sebelum kami bunuh, sekalipun adapt perang melarang?
Si Boru Sangkar Sodahali dengan tenang semua sumpah serapah, air matanya bercucur ia menjwab:” saya dating membawa sesuatu untuk kamu”
“ kami tidak perlu apa dari kamu, tunggu pada waktunya kami akan datang ke tempatmu mengambil yang kami perlukan, kepalamu dan kepala suamimu itu”
Si Boru Sangkar Sodahali berkata :”saya hanya seorang perempuan, bukalah gerbang, izinkan saya masuk. Saya membawa sesuatu yang hendak saya katakana terlalu penting buat kamu, terserah diriku mau diapakan. Saya hendak bertemu tetua marga. Saya hanya sendiri dan tidak akan pergi sebelum gerbang dibuka.”

Penjaga membangunkan para tetua, mereka berunding, mereka setuju mengijinkan Si Boru Sangkar Sodahali masuk. Di rumah adapt Si Boru Sangkar Sodahali berkata:” malam ini saya membawa pulang kembali leluhurmu, melunasi utang batin yang menimpa kepada kum semua.” Ia melepaskan gendongan dan memperlihatkan tengkorak suami pertamanya dan kemudiansuami keduanya. Para tetua terdiam dan tak dapat berkata apa-apa” sungguh meyakinkan bakti setiamu. Kamu menebus kehormatan kami dengan kehormatanmu. Katakanlah apa yang kau ingin kami lakukan.”

Si Boru Sangkar Sodahali: “bagaimanapun saya tidak pantas dimaafkan, hanya saja ada permintaanku. Demi kehidupan-demi hokum leluhur- saya minta agar manusia yang dalam kandunganku diterima oleh marga. Agar hatiku damai dan dendam kesumat hapus untuk selamanya.

Tetua adapt berkata: “maafkanlah kami!! Kamulah sesungguhnya jantan yang berjiwa panglima, panutan marga. Mulai saat ini kedudukanmu pulih dalam marga dan anak dalam kandunganmu akan kami peranak sebagai darah daging kami sendiri.”
Si Boru Sangkar Sodahali melahirkan anak laki-laki diberi nama SI Marsaitan (kelak keturunannya menjadi Situmorang Suhut Ni Huta). Dan Si Boru Sangkar Sodahali tercatat sebagai leluhur agung, dengan gelar Si Ulubalang Soba, menempati posisi para dewa yang ikut mengatur nasib di Benua Tengah selama-lamanya.

Situmorang keseluruhan terdiri dari tujuh bersaudara Situmorang Lumban Pande, Situmorang Lumban Nahor, Situmorang Suhut Ni Huta, Tuan Ringo, Sitohang Uruk, Sitohang Tonga-tonga dan Sitohan Toruan.

Sumber:Sitor Situmorang sastrawan 45 penyair danau toba (Pen: Sinar harapan 1981)

Chavez: Smiles, handshakes don’t change view of ‘imperialist’ U.S.

In Berita Internasional on April 26, 2009 at 9:20 am

(CNN) — Venezuelan President Hugo Chavez said Friday he appreciated U.S. President Barack Obama’s friendly gestures at last weekend’s Summit of the Americas, but said they don’t change his view of the United States as an imperialist nation.

Hugo Chavez had handshakes and smiles for President Obama at the Summit of the Americas last weekend.

Hugo Chavez had handshakes and smiles for President Obama at the Summit of the Americas last weekend.

Chavez’s fiery diatribes against the United States have included referring to former President George W. Bush as the devil.

He was photographed with Obama at least twice at the summit — once when Obama shook hands with him and other leaders, and again when he approached Obama to give him a book.

“The hand[shake], yes. And the smile, yes — one time and a second time and a third time and a fourth time,” Chavez said during a televised address. “But nobody should be mistaken. The empire is there, alive and kicking.”

The book Chavez presented to Obama as cameras rolled is titled “Open Veins of Latin America: Five Centuries of the Pillage of a Continent.” The book chronicles Europe’s and the United States’ role in “the effects and causes of capitalist underdevelopment in Latin America,” according to one reviewer.

As he has in the past, Chavez noted Obama’s historic role as the first black U.S. president.

“I hope Obama, for the dignity of his race, may be the last president of an imperialist United States,” he said.

U.S. warm to Venezuelan overture to return ambassadors

In Berita Internasional on April 26, 2009 at 9:17 am

(CNN) — Venezuela President Hugo Chavez is considering naming an ambassador to the United States, signaling a shift in the historically tense relations between the two nations — one that the Obama administration welcomed. Venezuela President Hugo Chavez says favorable inroads with Barack Obama have led him to try to mend relations. Venezuela President Hugo Chavez says favorable inroads with Barack Obama have led him to try to mend relations. Click to view previous image “It is possible we will begin evaluating the designation of an ambassador in the United States,” Chavez said in a statement Saturday after the meeting of leaders and representatives from 34 countries at the the fifth Summit of the Americas. “We want to move in that direction.” A senior Obama administration official told CNN late Saturday that Chavez had approached Secretary of State Hillary Clinton to discuss returning ambassadors to posts in Caracas and Washington. “This is a positive development that will help advance U.S. interests,” the official said. “And, the State Department will now work to further this shared goal.” Earlier, another administration official told CNN, “We don’t know yet if Chavez is serious. … We’re not rushing into this.” The welcoming attitude from both sides contrasts with the mood during the Bush administration, during which Chavez expelled the U.S. ambassador to Venezuela in September. The United States responded by expelling Venezuela’s ambassador, heightening tensions between the two nations. Chavez — whose anti-U.S. rhetoric has included calling former President George W. Bush the devil — made the announcement Saturday after President Obama presented a different approach to the United States’ neighbors, offering “favorable prospects” for the future, a White House economic adviser said. Don’t Miss * Chavez’s gesture turns obscure book into bestseller “We take Obama at his word, with the one difference we have: We [Venezuelans] are socialists,” Chavez said. Chavez told CNN affiliate GloboVision that he has tapped Roy Chaderton, Venezuela’s ambassador to the Organization of American States, as his candidate for the post. “Now we have to wait for Washington to give the authorization so he can take office,” he said. (c n n)

pilpres 2009

In just my opinion on April 17, 2009 at 3:14 am

Berdasarkan hasil quick count berbagai lembaga survey mengenai hasil pemilu legislatif 2009, partai demokrat mencapai 20% suara nasional. Hasil ini terutama didongkrak oleh pengaruh SBY untuk partai. Popularitas SBY akan tetap tinggi hinggi pemilihan president nanti. Kondisi tersebut akan mempermudah bagi SBY untuk tetap mempertahankan posisi sebagai RI 1. Untuk dapat bersaing sengit dalam pilpres nanti setiap partai harus melakukan langkah-langkah strategis. Para kelompok pesaing tersebut adalah kelompok PDI-P, Gerindra dan Hanura beberapa tokoh yang dapat diperhitungkan dalam pilpres ( Megawati Puan Maharani, Prabowo dan Wiranto), partai Golkar beberapa tokohnya Jusuf Kalla, Sri Sultan, Surya Paloh dan Akbar tanjung) dan tokoh diluar lingkaran yang siap menggerakkan pendukungnya adalah Gus Dur. Perkiraan peta persaingan pilpres nanti:
1. Jika PDIP mencalonkan Megawati sebagai president persaingan akan sangat mudah bagi SBY kecuali mengambil tokoh dari Golkar dan dukungan dari Gus Dur. Disisi lain jika PDIP mau mengangkat tokohnya untuk kepentingan 2014, pilpres 2009 adalah momentum yang tepat.
2. Jika PDIP dan Golkar berkoalisi persaingan juga akan lebih menarik.
3. Jika Golkar mencalonkan sendiri tanpa PDIP hanya akan membuat pilpres menjadi 2 putaran. Dalam hal ini jusuf kalla sebagai ketua umum golkar akan sangat berpengaruh. Jika ia berniat kembali bersama Demokrat kemungkinan Golkar dan Demokrat memenangkan pilpres.

Selain masalah pencalonan tokoh ada strategi lain yang harus dilakukan secara jitu yakni pencitraan. Karena pencitraanlah SBY dapat menjadi populer. Jika partai lain dapat merubah pencitraan ato memiliki pencitraan yang lebih baik dari SBY. Maka peta persaingan akan semakin liar hanya waktu dan rakyat indonesia yang akan memutuskan. Pada akhirnya ini bukan soal pendidikan politik bagi rakyat Indonesia tapi strategi memperoleh kekuasaan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.