mangaratua

Archive for August, 2009|Monthly archive page

Arti nama dari 7 sub marga Situmorang

In Batak Marsada on August 26, 2009 at 9:17 am

Nama yang diberikan kepada setipa sub marga tersebut merupakan pemberian sesudahnya, bukan nama pemberian mereka lahir:

  1. Lumban Pande

Lumban mengisyaratkan asal, tempat mereka tinggal. Pande berarti pintar, pandai dan ahli.

  1. Lumban Nahor

“Na Hor” berarti yang panjang dan berderet-deret, mungkin karena rumah di kampong tersebut panjang dan berderet-deret

  1. Subuhnihuta

“Suhut” tuan rumah, pelaksana pesta, “ Huta” kampong. Diberikan karena peranannya diantara ketujuh bersaudara, biasanya rumah ataupun halaman rumahnya digunakan sebagai tempat pesta oleh 6 saudara yang lain. Pendahulu ini seorang yang polos dan toleran dengan saudaranya.

  1. Tuan Ringo

Keturunannya kemudian menggunakan nama-nama Situmorang, Siringo-ringo, Rumapea dan pangpang. “Ringo” berarti ribut dan banyak tingkah, pada masa dewasanya Tuan Ringo pernah hendak dihukum oleh saudaranya karena kejahilan dan ketidaksaponannya.

  1. Darimangambat

Keturunannya kemudian menggunakan nama Sitohan Uruk. “dari” nama sejenis ular berbisa yang sangat ditakuti, “Mangambat” menghempang, menghadang. Diartikan memiliki kemampuan untuk mengahadang musuh dan menangkal bahaya.

  1. Raja Itubungna

Kelak keturunannya bernama Sitohang Tong-Tonga.Itubungna berarti dalam dirinya atau dalam tubuhnya sendiri

  1. Raja Bonanionan

Sitohang Toruan merupakan generasi dari Raja Bonanionan, yang berarti pendahulu tersebut yang pertama kali mendirikan pecan di Samosir.

sumber: Situmorang Na Bolon

Dalihan Na Tolu plus Tolu

In Songgot Story on August 20, 2009 at 2:57 pm

Perbincangan songgot di lapo tuak dengan lae pasaribu

Songgot : Lae, tahu kau prinsip tata hubungan sosial orang Batak

Lae Pasaribu : tahulah lae, Dalihan Na Tolu

Songgot : bukan, itu edisi lama sudah ada yang terbaru

Lae Pasaribu : lha sudah diperbaharui rupanya apaitu lae,?

Songgot : Dalihan Na Tolu plus Tolu

Lae Pasaribu : apa pula maksudnya?

Songgot : Cuma ditambah tiga lagi lae, pertama Kolusi to akka dongan, semua urusan dengan uang tunai, terakhir if you have more money, you may talk more.

Lae Pasaribu : ala minum aja kita lae….

Songgot punya cita-cita

In Songgot Story on August 9, 2009 at 5:47 am

Songgot membaca koran pemeritah menyelenggarakan pendidikan gratis hingga SMU, ia bersemangat karna dapat bersekolah lebih tinggi dari orang tuanya yang tidak tamat SD. Ketika Songgot hendak mendaftar masuk ke SMP Negeri, ia bertemu Lae Pasaribu yang telah bekerja di kota. Mereka singgah di warung teh karena Songgot belum bisa ke lapo tuak.
Lae Pasaribu : bersemangat rupanya kau sekolah lae..
Songgot : tentulah karena aku mau jadi insinyur kelak.
Lae Pasaribu : hebat kali, jadi nanti mau kuliah dimana?
Songgot : kuliah apaan ?
Lae Pasaribu : Lha setelah tamat SMU harus kuliah supaya bisa jadi insinyur
Songgot : bah setelah SMP harus ke SMU dan harus kuliah lagi Lae, macam mananya. Jika bisa tamat SMP pun dah syukur lae.
Lae Pasaribu : kira –kira ada cita-cita kau yang lain lae.
Songgot : jadi camat supaya bisa membuat jalan-jalan di kampung ini.
Lae Pasaribu : itu pun kau harus kuliah juga lae
Songgot : jadi klo gitu dengan tamat SMU bisa jadi apa aku lae.?
Lae Pasaribu : ada 2 kemungkinan Songgot. Pertama kau jadi kuli/buruh di kota besar sana, klo cm jadi petani seperti Bapakmu gak perlu sekolah. Kedua jadi anggota dewan.
Songgot : yang bisa jadi kaya yang mana lae.
Lae Pasaribu : Jadi anggota dewan kau bisa menjual kemiskinan yang ada di kampung kita ini terus menerus dan kaupun bisa punya rumah yang bagus…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.